LOKA KARYA MINI TRIWULAN LINTAS SEKTOR KECAMATAN PARUNGKUDA

Sundawenang. 20/12/18. Kegiatan Lokakarya Mini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Puskesmas Parungkuda sebagai leading sector nya dengan mengundang dan melibatkan semua sektor atau instansi UPTD,  UPTB dan Pemerintah Desa sekecamatan Parungkuda. Acara Lokakarya Mini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi perkembangan pembangunan di wilayah parungkuda khusunya terkait bidang kesehatan. Sekaligus menampung aspirasi,  saran dan masukan dari seluruh sektor yang akan menjadi bahan pengambilan kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu Lokakarya Mini ini dilaksanakan dalam rangka membangun komitmen dan kolektifitas masyarkat dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan.

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Puskesmas,  Kapolsek Parungkuda yang diwakili oleh kasat Sabhara,  Danramil Parungkuda Bpk Uci Sanusi. kepala BKKB Paringkuda,  BP3K Parungkuda,  Kepala Desa Sundawenang,  Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, Kepala Desa Langensari,  dan Pejabat Kepala Desa Kompa, perwakilan KUA,  serta seluruh bidan dan petugas puskesmaa

Pada acara tersebut di buka oleh Camat Parungkuda, yang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa salahsatu faktor penting dalam pembangunan masyarakat adalah ada pada bidang kesehatan,  karena itu kesehatan merupakan komponen dalam mengukur indeks pembangunan manusia.  Apalagi jika dikaitkan dengan visi Kabupaten Sukabumi yang lebih baik tentunya pembagunan kesehatan menjadi variabel strategis dalam menuju kabulaten Sukabumi uang benar benar mampu mewujudkan kondisi yang lebih secara nyata dan utuh menyeluruh.  Kemudian lebih lanjut camat parungkuda menyampaikan pentingnya penanganan pertumbuhan anak yang tidak ideal atau gagal tumbuh (stunting), dengan berbagai upaya dan harus menjadi komotmen bersama dalam penanganannya. Selain itu juga langkah langkah antisipasi terhadap kematian ibu dan anak harus dilakukan secara holistik, meskipun saat ini di parungkuda sudah tidak ada lagi kejadian kematian ibu dan anak. Kemudian beliau menghimbau untuk menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan dengan meningkatkan fasilitas WC komunal dengan melibatkan pihak swasta atau korporasi yang ada di wilayah Kecamatan Parungkuda.

Lebih lanjut Camat Parungkuda menghimbau dan mengajak untuk mengatasi persoalan persediaan darah di Kabulaten Sukabumi yang tidak seimbang antara yang membutuhkan dengan jumlah pendonornya yang sangat sulit. Oleh karena beliau mengajak masyarakat parungkuda untuk menjadi pendonor untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Danramil Parungkuda,  yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesadaran dan kepedulian semua pihak mulai dari masyarakat,  RT dan RW serta Kepala Desa dan seluruh sektor untuk peka atau sensitif terhadap persoalan persoalan uang ada didalam masyarakat.  Kemudian saat ini dalam kondisi cuaca musim penghujan tentunya menimbulkan berbagai potensi terjadinya bencana,  baik bencana alam maupun bencana penyakit sehingga diharapkan seluruh masyarkat untuk senantiasa berhati hati dan waspada terhadap segala kemungkinan bencana yang akan terjadi. Selanjutnya lersialan yang tidak kalah penting adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi ditahun politik pemilu tahun 2019 semua pihak memiliki tanggungjawab untuk sama sama menjaga kondusifitas sosial dan politik khususnya diwilayah parungkuda.

Pada sambutan terakhir disampaikan oleh Kepala Puskesmas Parungkuda yang sekaligus menyampaikan capaian program kesehatan diparungkuda dan rencana program yang akan dilaksanakan serta informasi terkait kesehatan ibu dan anak.

Untuk kesehatan ibu dan anak dalam skala Kabupaten Sukabumi masih dirasa cukung tinggi,  meskipun dalam sekup wilayah kecamatan parungkuda sudah relatif tidak namun demikian hal ini haris diwaspadai dan harus diantisipasi agar wilayah parungkuda terbebas dari kematian ibu, dimana dari kasus kematian ibi sekitar 30% disebabkan karena kekurangan darah saat persalinan oleh karena itu untuk mengatasi persoalan tersebut harus dilakukan penyediaan calon pendonor darah yang secara sukarela baik dari masyarkat terutama dari keluarga itu sendiri.

Lebih lanjut. Kepala Puskesmas menyampaikan bahwa pada tahun 2018 kasus kematian ibu lebih banyak terjadi pada golongan usia muda atau produktif. Selain kematian ibu, kepala puskesmas mengingatkan untuk mewaspadai penyebaran penyakit DBD yang notabene merupakan penyakit endemik diparungkuda. Berdasarkan data yang ada bahwa dari 8 kasus DBD 5 Kasus terjadi di satu komplek perumahan babakan jaya. Oleh karena itu haris ditingkatkan upaya pemberantasan sarang dan jentik nyamuk serta meningktkan kebersihan lingkungan.

Dalam hal capaian dan cakupan program kesehatan ibu hamil pada umumnya untuk K1 (pemeriksaan kehamilan ke 1) masih relatif rendah namun demikian dari data Terlihat tren pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang meningkat. Kemudian untuk pemeriksan bayi baru lahir relatif meningkatkan.  Namun demikian dalam hal penangan kelahiran masih ada penanganan peraalinan oleh paraji terutama diwilayah desa palasari dan desa pondokkasolandeh. Kemudian untuk kematian bayi baru lahir hampir disetiap desa terjadi hanya deaa kompa dan babakan jaya yang tidak terjadi kematian bayi baru lahir.  Sedangkan untuk kematian bayi terjadi di deaa sundawenang dan desa bojongkokosan yang disebabkan oleh Pneumonia.

Terkait program P2 DBD untuk wilayah parungkuda dari tahun ketahun terlihat trend penurunan kasus Demam Berdarah. Pada tahun 2018.

Dari persoalan persoalan tersebut seluruh komponen masyarakat dan seluruh lintas sektoe berkomitmen untuk mengatasi persoalan tersebut dengan berbagai upaya dan intervensi sesuai dengan kewenangan masing masing sektor.

Kontributor: Wahid

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan