DINAS LINGKUNGAN HIDUP: BAHAS AMDAL DOUBLE TRACK BOGOR-SUKABUMI

Sundawenang, 24/01/2019. Bertempat di Gedung Citarum Lt.  6 Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Digelar rapat pembahasan Dokumen Analisis Dampak Lingkungan tentang rencana usaha/ kegiatan pembangunan Jalur Ganda (double track)  Kereta Api Bogor- Sukabumi.

Rapat pembahasan dokumen amdal tersebut dipimpin oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan perwakilan kementrian perhubungan,  serta penyampaian paparan dokumen Amdal oleh konsultan yang telah di tunjuk oleh pemrakarsa untuk menyusun dojumen amdal.

Pada rapat tersebut,  dihadiri oleh instansi terkait seperti dinas PU dan tata ruang Kota dan Kabupaten Sukabumi, dinas perhubungan Kota dan Kabupaten Sukabumi,  hadir juga perwakilan dari pemerhati lingkungan hidup.  Selain itu rapat pembahasan amdal juga dihadiri oleh Para Camat dan Para Kepala Desa termasuk Kepala Desa Sundawenang dan Unsur Badan Permusgawaratan Desa Sundawenang (BPD) yang wilayahnya direncanakan terkena dampak pembangunan double track Kereta Api Bogor- Sukabumi.

Pada kesempatan rapat tersebut dibahas beberapa point penting terkait amdal sebagai berikut:

1. Dokumen analisis dampak belum menunjukan kajian yang lengkap terkait dengan dampak lingkungan sosial serta rencana pengelolaan penanggulangan masyarakat miskin yang akan kehilangan tempat tinggalnya.

2. Dokumen analisis dampak terhadap kesehatan tidak menunjukan kajian yang objektif terkait dengan berbagai persoalan kesehatan serta upaya yanh menjim terhadap penanggulangan kesehatan masyarakat akibat proses pembangunan.

3. Dalam analisi dokumen amdal tidak memlerhatikan kajiannya pada aspek sarana dan prasarana umum,  seperti fasilitas pendidikan,  dasilitas kesehatan,  ekonomi, keagamaan dan fasilitaa sosial lainnya.

3. Dokumen amdal belum menunjukan kajian yang matang terkait penyediaan bahan bahan material dalam menunjang kelancaran pembanguanan double track.

4. Belum ada keterlibatan dinas atau instansi lain terkait dengan kajian amdal tersebut seperti dinas ketenaga kerjaan,  dinas kesehatan.

5. Belum ada kajian terkait dampak lalulintas yang memadai dan upaya penanggulangannya.

6. Dokumen analisis belum mengkaji terkait pengambilan material urug dan distribusi serta penyimpanannya secara detail, Karena it’s dikahawatirkan Alan menimbulkan berbagai persoalan Di lapangan.

Dari saran dan tanggapan atas dokumen amdal tersebut,  perwakilan masyarakat meminta kepada penyusun amdal untuk memperbaiki dan melakukan kajian yang mendalam terkait dengan kegiatan pembagunan Jalur Ganda (Double Track)  Kereta Api Bogor Ciawi.

Tidak hanya melakukan kajian dari aspek lingkungan abiotik saja melain juha kajian terhadap aspek biotik atau lingkungan mahluk hidup, termasuk manusia. Hal ini juga ditegaskan dalam pasl 23 UU No 32 Tahun 2009 tentang PPLH bahwa amdal wajib dilakukan terhadap setiap usaha atau kegiatan yang menghasilkan pengaruh terhadap lingkungan alam,  lingkungan alam buatan,  sosial,  dan budaya.

Kemudian dalam pasal 29  PP No 27 Tahun 2012. Baha kajian amdal harus dilakukan secara cermat meliputi kajian biogeofisik kimia,  sosial,  ekonomi,  budaya,  tata ruang dan kesehatan masyarakat.

Dari ketentuan tersebut harus menjadi perhatian bagi penyusun amdal agar analisa dampak penting dari suatu rencana kegiatan dapat diperkirakan dan dapat dirumuskan upaya penanggulannya dengan baik. Dan masyarakat tidak resah dengan adanya pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Bogor Sukabumi tersebut.

Kontributor: wahid

 

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan